kLAfYOEsUwKWcZE5EN4T8XHN0KE0jykePDkZX1nb

Cari Blog Ini

Laporkan Penyalahgunaan

Tips untuk mengatasi fobia ketinggian serta memahaminya

konseling online



Fobia Ketinggian dan Cara Mengatasinya

Fobia ketinggian atau akrofobia adalah kekhawatiran yang terlalu berlebih pada ketinggian. Rasa was-was yang dialami penderita ini dapat mengakibatkan sebagian gejala, layaknya kecemasan, stres, hingga panik, sementara berada di posisi area yang tinggi. Meski tidak mudah, fobia ketinggian sebetulnya dapat diatasi.

Seseorang yang menderita fobia ketinggian kebanyakan dapat jauhi aktiviats yang terkait dengan area tinggi, layaknya berdiri di balkon, melintasi jembatan, lihat muncul jendela berasal dari gedung pencakar langit, atau cuma sekadar duduk di bangku stadium.

Gejala Fobia Ketinggian

Penderita fobia ketinggian dapat merasakan ketakutan, kecemasan, dan panik yang tidak terkontrol sementara berada di ketinggian, kendati situasinya tidak berbahaya. Reaksi-reaksi lain yang juga dapat muncul adalah gemetaran, dada berdebar, pusing, berkeringat dingin, mual, sesak napas, hingga pingsan.

Hanya dengan membayangkan berada di area tinggi saja, penderita fobia ketinggan dapat jadi takut, cemas, lebih-lebih mengalami serangan panik. Penderita fobia ketinggian sebetulnya mengetahui bahwa rasa was-was yang dirasakannya tidaklah wajar, tapi mereka selamanya tidak dapat meredam rasa was-was tersebut.

Cara Mengatasi Fobia Ketinggian

Rasa was-was akibat fobia ketinggian dapat mengganggu kesibukan sehari-hari penderitanya. Pada suasana yang lumayan parah, memanjat tangga untuk memasang tirai, mengganti lampu bohlam, atau membersihkan jendela saja telah membuat penderitanya ketakutan.

Jika telah demikian, suasana ini pasti perlu memperoleh penanganan. Berikut ini adalah sebagian metode pengobatan untuk mengatasi fobia ketinggian:


1. Terapi paparan

Terapi paparan dianggap sebagai tidak benar satu terapi yang paling efektif untuk mengatasi fobia ketinggian. Dalam terapi ini, terapis dapat mendukung pasien untuk terhubung diri secara perlahan pada hal yang ditakuti.

Terapi ini dapat di awali dengan lihat gambar berasal dari sudut pandang seseorang di di dalam gedung tinggi. Pasien juga bisa saja diminta saksikan video orang-orang yang melintasi tali, mendaki, atau melintasi jembatan sempit.

Selanjutnya, pasien bisa saja diminta berdiri di balkon sambil ditemani oleh terapis. Pada tahap ini, pasien dapat belajar tehnik relaksasi untuk mendukung mengatasi rasa was-was disaat berada di ketinggian.

2. Terapi perilaku

Terapi tabiat kognitif (cognitive behavior therapy/CBT) adalah tidak benar satu tehnik psikoterapi yang paling lazim dikerjakan untuk mengatasi fobia. CBT sesuai bagi penderita fobia ketinggian yang belum siap merintis terapi paparan.

Fokus terapi ini adalah mengidentifikasi dan mengubah pikiran dan juga reaksi negatif pada suasana yang membuat fobia. Dengan merintis terapi perilaku, pasien dapat dibimbing untuk mengalihkan perasaan was-was dan mengatasi gejala yang muncul.

3. Obat penenang

Tidak tersedia obat yang dapat mengobati fobia. Namun sebagian tipe obat, layaknya obat pereda khawatir dan antidepresan, setidaknya dapat menjadikan penderita fobia ketinggian lebih tenang di dalam menghadapi kecemasannya disaat gejala muncul. Meski begitu, pemakaian obat-obatan ini perlu mengikuti panduan dokter.

Jika fobia ketinggian yang Anda alami telah hingga mengganggu kesibukan sehari-hari, sebaiknya konsultasikan ke psikiater atau psikolog untuk memperoleh penaganan, gara-gara tidak bisa saja selamanya Anda dapat jauhi tempat-tempat yang tinggi, menyeberangi jembatan, atau naik pesawat untuk bepergian.

 

Related Posts

Related Posts