kLAfYOEsUwKWcZE5EN4T8XHN0KE0jykePDkZX1nb

Cari Blog Ini

Laporkan Penyalahgunaan

Depresi atau Stres, Berikut Ini Penjelasanya!




Depresi atau Stres???


Dalam hidup, seseorang pasti mengalami peristiwa atau kondisi yang tidak menyenangkan dan dapat menyebabkan stres terhadap depresi. Sekilas kedua gejala psikologis negatif ini terlihat sama. Namun, rupanya stres berbeda dari depresi.


Begitu juga dengan penanganan. Depresi perlu penanganan lebih lanjut, tetapi stres biasanya menghilang dengan penyelesaian masalah yang dihadapi.


Tekankan perbedaan dengan depresi


Stres adalah gejala yang terjadi karena rasa luar biasa dari tekanan kehidupan yang muncul. Biasanya, ketika stres terjadi, tubuh akan membaca serangan sehingga mulai memproduksi berbagai hormon sebagai mekanisme perlindungan diri.


Sementara depresi adalah penyakit mental yang dapat menyebabkan dampak buruk pada suasana hati, stamina, makan dan tidur, hingga tingkat konsentrasi penderita.


Itu harus digarisbawahi, depresi bukanlah perasaan sedih karena masalah atau stres karena tekanan tertentu. Tetapi perasaan sedih yang terasa terus menerus tanpa perlu peristiwa tertentu sebagai pemicu.


Depresi dapat menyerang siapa pun, itu tidak harus dipukul oleh masalah terlebih dahulu. Faktor psikologis, kondisi hormon, dan penyakit lain dapat memicu depresi.


Bahkan depresi dapat berasal dari orang tua genetik untuk anak-anak. Itu berarti, jika ada anggota keluarga yang mengalami depresi, kemungkinan Anda juga mengalaminya.


Berbeda dengan depresi yang cenderung berumur panjang bagi seseorang meskipun dia sedang berlibur atau memiliki semua yang Anda butuhkan. Stres akan hilang bersama dengan penyelesaian masalah yang dihadapi, juga dapat diobati dengan liburan.


Kedua depresi dan stres dapat diobati, terutama dengan perawatan sejati. Hanya sebelum mengatasinya, itu harus dipahami. Apakah Anda hanya membuat stres atau tepatnya depresi.


Perbedaan karakteristik stres dengan depresi


Stres adalah bagian dari respons yang muncul ketika mengalami masalah. Sementara depresi adalah penyakit mental. Meskipun sepertinya serupa, keduanya memiliki karakteristik yang berbeda.


Berikut adalah karakteristik yang dapat muncul pada gejala stres:

  • Ada pola tidur atau sulit tidur.
  • Ada gangguan dalam memori dan kemampuan untuk berkonsentrasi.
  • Ada perubahan dalam diet atau interferensi dalam diet.
  • Menjadi lebih mudah untuk marah dan tersinggung.
  • Mudah merasa gugup dan gelisah.
  • Merasa kewalahan dengan berbagai kewajiban yang sedang dijalani.
  • Takut tidak akan dapat menyelesaikan kewajiban dengan baik.
  • Berbeda dengan gejala stres, gejala depresi lebih rumit dan muncul secara bertahap untuk waktu yang lama. Berikut adalah beberapa gejala yang dapat muncul selama depresi:
  • Menarik diri dari asosiasi atau keluarga.
  • Merasa sedih dan kehilangan motivasi.
  • Kesulitan dalam membuat keputusan.
  • Perubahan pola diet dan tidur.
  • Sulit berkonsentrasi.
  • Merasa bersalah dan gagal.
  • Mudah tersinggung dan tersinggung.
  • Kesulitan dalam melakukan kegiatan sehari-hari.
  • Kehilangan minat pada hal-hal yang biasanya disukai.
  • Penampilan pikiran untuk bunuh diri

Meski stres dan depresi yang berbeda bisa sangat berbahaya jika tidak mengalami penanganan serius. Jika Anda mengalami gejala atau karakteristik, segera konsultasikan dengan tenaga medis profesional seperti psikolog atau psikiater.

Related Posts

Related Posts